RSS
 

Kedamaian Pikiran

29 Jan

Hi there ! :)

Kali ini saya akan mencoba berbagi petikan tulisan dari sebuah buku yang sudah saya miliki sejak 3 tahun lalu. Buku ini adalah buku pengembangan diri yang kurang lebih masuk dalam kategori psikologi populer. Judulnya “Keberhasilan Puncak” ditulis oleh Brian Tracy. Saya memutuskan untuk membacanya kembali karena satu alasan sederhana : saya sudah lama sekali tidak bersentuhan dengan buku. Hahahaha. Terutama dengan buku-buku psikologi populer seperti ini.

Ketika pertama kali membacanya lagi kemarin, saya cukup terkejut mengetahui apa yang terjadi dalam pikiran saya. Awalnya saya menduga bahwa saya tidak akan banyak dikejutkan oleh buku ini, karena saya menganggap bahwa saya sudah cukup “kenyang” dengan topik-topik pengembangan diri dengan imbuhan-imbuhan yang tipikal seperti “sukses”, “kaya”, “goal-setting”, “positif”, dan sebagainya. Guess what ? Bab 1 buku ini saja sudah mampu membuat saya banyak menggoreskan pena-highlighter hingga hampir-hampir saya membuat satu bab berubah warna menjadi kuning cerah.

Terhadap pengalaman ini saya ingat satu hal, pemikiran dan keadaan diri saya jauh berbeda dengan pemikiran dan keadaan saya di 3 tahun lalu ketika membaca buku ini. The book is the same, the writings didn’t change a bit. But I am change. Dengannya, bagaimana saya menangkap pesan dan isi buku pun telah sepenuhnya berubah. Ini yang membuat segalanya tampak menarik bagi saya. Ini yang membuat topik-topik psikologi populer yang tadinya saya pikir sudah overrated kembali menjadi suatu petualangan yang menggairahkan. I don’t know where it’ll lead me.. But I always believe it’ll lead me to something great. :)

So, let’s begin.. Tracy mengajukan gagasan yang sebetulnya lumrah namun mengesankan bagi saya. Yaitu ketika dirinya menulis tentang Tujuh Unsur Ramuan Sukses. Isinya.. Mengesankan. Tidak overrated dan menyentuh ke hal-hal yang menurut saya cukup fundamental.

Menurut Tracy unsur pertama yang paling penting adalah KEDAMAIAN PIKIRAN. Menarik ya ? Dia menulis : “Ini adalah kebaikan manusia yang tertinggi.” Mengapa ? Tracy berargumen bahwa, jika kita hidup dalam keadaan yang serasi dengan norma-norma tertinggi dan keyakinan yang paling mendalam–kalau kita mempunyai keseimbangan hidup yang sempurna–maka kita tengah menikmati kedamaian pikiran. “Seandainya, karena suatu alasan, Anda MENGKOMPROMIKAN norma-norma Anda, atau melawan petunjuk batin Anda, maka kedamaian pikiran Anda adalah yang pertama menderita.”

Saya berpikir, kalau pikiran ini damai. Maka nothing else matters, ya ngga ?

Kita tidak khawatir dengan segala kekurangan atau permasalahan yang kita hadapi saat ini. Masalah itu akan tetap ada, tetapi kita menghadapinya dalam damai, yang pada akhirnya kita benar-benar tidak melihat itu sebagai masalah yang besar dan merampas kedamaian yang sudah ada itu. We simply see it as something as it is. Sebagaimana adanya, serta menghadapinya sesuai dengan porsi yang tepat, tanpa perlu melebih-lebihkan segala sesuatunya.

Dan sebagai penutup, Tracy menambahkan suatu  ukuran sederhana mengenai kebahagiaan dan kedamaian pikiran yang dimaksud : “Dalam pengertian yang paling sederhana, Anda mengalami kebahagiaan dan kedamaian pikiran kapan saja Anda sepenuhnya bebas dari emosi yang merusak berupa rasa takut, amarah, keraguan, rasa bersalah, kekesalan, dan kekhawatiran. Tanpa adanya emosi negatif, Anda menikmati kedamaian pikiran secara alami, tanpa bersusah-payah..”

Saya di sini pun mulai merenung.. Jika demikian, apakah keseharian saya lebih banyak dilalui dengan kedamaian pikiran atau sebaliknya ? :)

 

Leave a Reply

 

[+] kaskus emoticons nartzco
 
  1. Diani DK

    February 15, 2011 at 1:04 pm

    hehe.. dian baru mengalami kegalauan pikiran dan kedamaian pikiran sekaligus akhir minggu ini fa.. hehe

     
  2. Dinar

    April 28, 2011 at 3:13 pm

    Yang menarik itu tentang membaca untuk kedua kalinya Bro. Sepertinya aku juga harus baca buku2 di kamar untuk kedua kalinya..

    hmmm

     
 

Switch to our mobile site