RSS
 

Sang Maha Ajaib

11 Jan

Its been quite a while ya ?

Terakhir saya menulis pada tanggal 7 November 2010, dan sekarang sudah 11 Januari 2011. Itu berarti 2 bulan lebih saya absen menulis di site ini. I gotta say I’m sorry karena saya juga belum bisa memenuhi janji saya untuk meneruskan tulisan mengenai pemikiran Joe Vitale yang tertuang dalam Zero Limit (ya, tepat di bawah tulisan saya yang sekarang, terdapat tulisan terakhir saya mengenai beberapa kutipan dari buku tersebut). :)

Tulisan kali ini barangkali hanya akan singkat saja. Pada jam 23.30 WIB ini saya masih di kantor bersama seorang sahabat setelah hampir 4 jam lebih terlibat dalam obrolan panjang bersama seorang Senior Manager favorit kami. Kami berbincang mulai dari perusahaan tempat kami bekerja, hingga membahas keadaan negara ini secara makro. Terus terang obrolan panjang ini lebih menitik-beratkan pada suatu hal yang SUDAH PASTI menyedot semangat dan energi positif : KESULITAN dan MASALAH.

Selama hampir 4 jam penuh kita bicara tentang kesulitan dan persoalan yang ada baik di dalam perusahaan tempat kami bekerja hingga yang kita pandang sebagai kesulitan dan masalah di negara ini secara makro. Sangat melelahkan. Sangat pesimistis. Sangat menyiutkan nyali. Meski yang kita bicarakan semua itu merupakan fakta yang sudah pasti kebenarannya (dan menarik untuk terus dibahas dan digali lebih dalam), tetapi semakin lama diobrolkan, semakin negatif jualah diri saya secara pribadi. Semakin cenderung lah saya menyerahkan tanggung jawab kepada keadaan di luar diri saya sendiri. Semakin frustasi lah saya jadinya.

Tetapi semua itu rupanya bisa dinetralisir dan bahkan bisa ditransformasi menjadi energi baru yang lebih positif (setidaknya untuk diri saya sendiri) ketika sahabat saya mulai share tentang apa yang pernah kita bicarakan beberapa bulan yang lalu :

“Ketika kita sukses nanti, kita akan mengingat saat-saat sekarang, saat-saat sulit ini, dan karena saat-saat seperti sekarang inilah kita akan semakin menghargai keberhasilan dan pencapaian kita itu. Tambahan lagi, kesulitan-kesulitan lampau akan selalu membuat kita menjadi manusia yang lebih bersyukur.”

Setelah itu sang Senior Manager-pun menyambung dengan kisahnya :

“Betul. Ketika saya awal menikah pada tahun 2002, saya masih ingat.. Ketika itu saya baru awal-awal menikah dengan istri saya. Saat itu saya masih mengontrak dan belum memiliki apa-apa. Ketika itu, saya dengan sedih dan prihatin berbicara pada istri saya bahwa dengan hitungan dan kalkulasi masa kini, kita baru bisa memiliki rumah sendiri, mobil dan lain sebagainya itu kemungkinan di 10 hingga 15 tahun lagi.”

“Ketika itu rasanya perjalanan masih sangat jauh sekali. Sangat jauh sekali. Dan sungguh bukanlah suatu bayangan yang menyenangkan. Namun siapa sangka, saya sudah bisa memperoleh segalanya 5 tahun kemudian ? Saya dan istri saya sendiri tidak menyangkanya. Percaya atau tidak, setahun kemudian saya sudah mampu membeli mobil pribadi saya sendiri. Setahun berikutnya saya sudah bisa menabung untuk melakukan investasi tanah di Semarang. Dan segala sesuatunya mulai berubah menjadi lebih baik setelah itu. Of course kita selalu dihadapkan dengan persoalan-persoalan baru yang jauh lebih menantang, namun pada kenyataannya kita selalu bisa bertahan menjadi lebih baik.. Jadi tidak ada yang benar-benar perlu dikhawatirkan.”

Pembicaraan pun ditutup dengan sesuatu yang menggugah dan lebih positif. Saya menyimpulkan bahwa ketika kita dilelahkan dengan pembicaraan kita sendiri mengenai kesulitan dan masalah, kita sesungguhnya melupakan satu entitas mutlak nan absolut tempat terjadinya semua keajaiban : Tuhan.

Kisah sang Senior Manager merupakan bukti jelas bahwa hitungan manusia tidak pernah akan bisa menyamai hitungan, rencana sekaligus kejutan-kejutan Tuhan. Ya, Tuhan adalah Pemberi kejutan terbaik. Tuhan adalah Pesulap paling mahir. Tuhan adalah arsitek plus desainer kehidupan paling jenius. Bagaimana pun hebatnya kita berkalkulasi dengan logika kita, tetaplah Sang Arsitek yang memiliki kalkulasi terbaik, dan bersama kalkulasi-Nya terdapatlah Rencana dan Keajaiban terbaik bagi setiap mereka yang yakin dan percaya.

Pada akhirnya saya pun melakukan refleksi singkat melalui tulisan ini.. Kenapa mesti khawatir dengan apa yang akan terjadi, terutama untuk sesuatu yang berada di luar jangkauan pengaruh kita ?

Tuhan Maha Ajaib. And the good news is : “He Runs all the show”. :)

 
 

Leave a Reply

 

[+] kaskus emoticons nartzco
 
  1. rifqi ardhie

    January 14, 2011 at 6:16 pm

    sangat menohok banget. pukulan untukku yg terlalu mengkalkulasi hal yg belum terjadi…pernikahan, kestabilan finansial dan pekerjaan.
    menurut hitung2anku, kehidupanku akan mulai stabil secara finansial dlm 2-3 tahun, saat itulah sy nikah.
    tapi melalui tulisan ini, sy diingatkan kembali bahwa ada Pencipta yang bisa mengadakan segala hal dengan “kun fayakun”.
    tapi tentu ini adalah pilihan setiap orang…utk berkalkulasi dan tidak berkalkulasi…sy sendiri cenderung memilih yg pertama utk hal2 tertentu dan hal lainnya memilih yg kedua..:)

     
  2. rifqi ardhie

    January 14, 2011 at 11:24 pm

    Alfa,,gimana caranya ngebatasin teks jadi di dalam kotak?
    kalo teks di blog sy kagak ada kotaknya euy…

     
  3. Deni Suta

    January 15, 2011 at 10:50 am

    Mantap bosss.. SANG MAHA AJAIB.. Membakar semangatku..

     
  4. arsyad alfikri

    January 18, 2011 at 7:31 am

    itu dia karakteristik manusia, mengharap sesuatu yang besar dan melupakan hal yang kecil..berpikir terlalu jauh dan mengesampingkan hal yang di ada di depan mata..Terlalu menikmati hidup dan melupakan sang khalik.
    nice blog dude :)

     
  5. Dinar Karani

    January 27, 2011 at 7:37 am

    Hmmm…..
    aku juga berpikir begitu..
    kalkulasi, hitung2 baru bisa beli rumah sendiri taun depan… baru bisa nikah akhir taun atau entah kapan… baru bisa punya mobil 5 taun lagi…

    Tapi siapa tau yah…?

    I should shut up and relax, and let God leads the way…
    Nice post, bro..

     
  6. Diani DK

    February 15, 2011 at 12:53 pm

    of course.. never give up.. and always be grateful

    nice note fa :)

     
  7. Made Winartha

    June 27, 2011 at 5:12 pm

    Bener tuh mas…..

    Dulu niatan mau merit kalo sdh siap (punya rumah en mobil) karena berpikir dengan kesiapan tadi bisa lebih enteng en bahagia njalani rumah tangga….
    Tapi saat ini setelah merit (tentunya tanpa kesiapan tadi hehehe….) hidup bisa lebih teratur dan pastinya LEBIH BAHAGIA karena diberi kejutan “si kecil” yang jauh lebih membahagiakan…..

    Untuk mas alfa, jangan lama-lama mas :)

    btw nice web bro, ditunggu olah kata dan pikiran selanjutnya…..

     
    • Alfa Haga

      July 3, 2011 at 1:05 pm

      Thank you comment-nya mas Made, its an honor for me :D
      I see memang mas Made.. Ini udah kaya universal law bahwa melalui pernikahan rezeki kita jadi semakin dimudahkan dan dilancarkan. Hebat yaa.. Insya Allah, mas Made, mohon doanya aja, kalo udah ada yang jodoh ya ga perlu lama-lama lagi deh . Hehehe :D

       
 

Switch to our mobile site