RSS
 

Small Inspiration for Starter

27 Jun

Its been a long time, fellas. Kalo diliat-liat last entry blog ini adalah akhir Januari ya. Berarti hampir 4 bulan saya vakum dalam update ini blog. Anyway, sometimes I had a lot on my mind to share here, but when it comes to this “Add New Post” screen, what I want to write seems disappeared in an instant. I believe I need to write again for the sake of myself, and that to share is always a good thing. So for starter I’m going to write a small random inpiring things that I got this morning and just now.

Saya menemukan di kepala saya 2 kalimat yang cukup menarik. Yaitu :

1. Happiness isn’t about possession, its about appreciation.

2. Moving on isn’t about forgetting, its about accepting.

 

Just a random thought back then, tetapi saya kira ada benarnya juga. Berbicara tentang kebahagiaan, suatu hal yang kini semakin banyak orang mencoba untuk mendefinisikannya, adalah berbicara tentang hakikat kehidupan itu sendiri. Layaknya kehidupan, maka setiap orang memiliki makna tersendiri mengenai kebahagiaannya. Banyak yang berkata bahwa mereka yang memiliki banyak hal di dunia ini tidak pernah benar-benar merasa bahagia karenanya. Banyak juga yang berkata bahwa kebahagiaan itu ada hadir saat ini tanpa perlu kita upayakan, kita hanya perlu benar-benar menyadarinya saja.. Melalui rasa syukur.

Ketika saya memikirkan tentang syukur, saya berpikir tentang hal-hal yang telah saya miliki saat ini versus hal-hal yang belum (dan ingin) saya miliki. Ketika saya renungkan betul, saya terkejut karena hal yang saya miliki SELALU lebih banyak daripada hal-hal yang belum (dan ingin) saya miliki. Its true. Dan lebih mudah menemukan hal-hal yang bisa saya syukuri ketimbang memikirkan apa yang kurang dalam hidup saya. True true. Ketika saya memikirkannya dengan seksama, bahkan hal-hal kecil yang sepele sekalipun merupakan suatu anugerah yang patut disyukuri. Pekerjaan, teman-teman dan orang-orang disekeliling, orang tua, keadaan emosional, pelajaran-pelajaran yang telah diperoleh.. Bahkan hal-hal yang kita inginkan atau impikan pun bisa jadi merupakan suatu anugerah.

Meski demikian, saya pun menyadari bahwa lebih mudah merasa kekurangan daripada merasa terpenuhi. Hehehe. Saya berpikir mengapa hal ini bisa terjadi ? Its a thing ketika kita lebih mudah menemukan apa yang telah kita miliki ketimbang apa yang belum dimiliki, namun menjadikan penemuan tersebut sebagai energi positif yang mendamaikan, barangkali its another thing.

Mungkin karena kita sudah sedemikian terbiasa merasa kekurangan ? Mungkin karena telah sedemikian lumrah bagi kita melakukan perbandingan-perbandingan dengan orang lain ? Mungkin karena sejak kecil kita selalu dihadapkan pada situasi-situasi  yang membuat kita merasa kecil dan rendah diri ? Wallahualam. Namun satu hal yang saya yakini adalah, ketika suatu impuls pemikiran atau gejolak perasaan membuat diri kita merasa tidak lebih baik, kemungkinan hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik untuk dipertahankan lama-lama. Seseorang harus segera mengubah impuls atau sensasi tersebut menjadi sebuah hikmah yang menguatkannya, rather than melemahkannya. Barangkali momen-momen yang melemahkan ini perlu ada, namun tidak untuk diperpanjang dan didramatisir oleh diri kita sendiri.

So back to being happy, I believe and I train myself to always realize about what I already have and that everything’s is a God send to me. :)

.

Second point is about moving on. Istilah yang sangat common biasanya bagi mereka yang terlibat dalam kisah percintaan. Entah apa hubungannya dalam hal ini, namun saya memikirkan juga soal ini sehingga akhirnya terperciklah frase di atas : “Moving on isn’t about forgetting, its about accepting.”

In my personal opinion, forgetting something that happens to you significantly is impossible. Saya kira yang telah terjadi, apalagi jika itu sungguh sangat menyakitkan kita akan selalu ada dalam kenangan kita. So, saya berpikir bahwa moving on bukan tentang melupakan, tetapi lebih kepada menerima. Menerima bahwa hal tersebut TELAH MENJADI BAGIAN DARI HIDUP KITA. Menerima bahwa hal itu telah terjadi dan bahwa memang itulah fakta yang sesungguhnya. Kalau melupakan itu ibarat melarikan diri, maka barangkali menerima itu ibarat menghadapi. Dalam prosesnya kita akan merasa lebih sakit, lebih galau, dan lebih tidak jelas. Tetapi pada akhirnya, saya kira menerima jauh membebaskan.

Ah.. Menariknya kehidupan. ;)

 

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

 

[+] kaskus emoticons nartzco
 
  1. mariana

    June 29, 2011 at 3:07 pm

    woh..nice starting dude! bisa pas banget gni..pas lagi buka2 blog2 g penting pas ketemu tulisan keren..haha im still learning to deal with it n sometimes it feels so hard..huaargh menyebalkan..hehe..;p

     
    • Alfa Haga

      July 3, 2011 at 1:03 pm

      Thank you, dear ! Mari kita sama-sama belajar :)

       
 

Switch to our mobile site